Belajar dari Kegagalan

oleh
Pks

Di tulis oleh : Nurul H. Thamrin

Kegagalan merupakan salah satu hal yang pasti kita alami dalam kehidupan ini. Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua ikhtiar yang kita lakukan dalam hidup baik itu berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain akan berjalan dengan sangat mulus tanpa mengalami kegagalan.

Jika kita tidak cerdas dalam merespon tiap kegagalan yang kita alami, maka kita akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang berputus asa. Namun jika kita pandai dalam mengolah rasa, menanamkan keyakinan pada diri sendiri maka kegagalan justru menjadi anak tangga yang akan membawa kita pada puncak kesuksesan. Karena sejatinya Allah ciptakan kegagalan dalam hidup kita agar kita banyak belajar dan terus berikhtiar untuk menjadi yang terbaik tanpa harus berputus asa.
Dalam sebuah ayat Allah berfirman:
“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (Yusuf : 12)

Diayat yang lain Allah berfirman:

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali-Imran:139)

Dua ayat diatas seharusnya menjadi motivasi bagi kita agar tetap berdiri tegak menghadapi hidup walaupun  telah menghadapi banyak kegagalan. Kata “janganlah bersedih hati” pada ayat diatas menjadi isyarat bahwa seberapapun beratnya ujian yang kita hadapi termasuk berupa kegagalan, pasti ada hikmah dibalik itu semua. Dengan SABAR sebagai kuncinya. Sehingga moment kegagalan itulah akan menjadi pembuktian seberapa besar iman kita kepada Allah.

Jangankan kita, Rasulullaah dan para sahabat pun pernah mengalami kegagalan. 13 tahun dakwah Rasul di Mekah, nyaris membuat nyawa beliau terancam. Penolakan demi penolakan beliau hadapi, dilempari batu, diludahi, dipukul hingga gerahamnya retak bahkan difitnah. Namun, apakah itu menyurutkan dakwah Rasul dan Sahabat? Tidak sama sekali. Justru itu semua menjadi pembakar semangat untuk terus berjuang demi menegakkan kalimat tauhid.
Bayangkan bagaimana kondisi kita saat ini, jika ketika itu Rasul dan para sahabat menyerah pada keadaan.

Bayangkan pula jika Thomas Alfa Edison berhenti pada penelitiannya ke 9.955 mengenai lampu, maka hari ini kita tak akan mengenal lampu dan hidup dalam kondisi gelap. Satu kalimat bijak dari beliau yang bisa menjadi penyemangat “Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”

Atau di masa kini kita kenal Dewa Eka Prayoga seorang pebisnis muda yang pernah mengalami kegagalan hingga menyisakan hutang 7 miliyar. Angka yang fantastis untuk seorang pemuda usia 20an. Namun ia bangkit, belajar dari kesalahan hingga akhirnya bisnisnya bertumbuh dan saat ini omsetnya mampu menembus milyaran dalam hitungan bulan. Kuncinya apa? Belajar dari kesalahan, menanamkan keyakinan yang kuat kepada Allah, dan terus ikhtiar diiringi tawakal serta tentunya tak henti berdo’a.

Maka, jangan pernah takut mengalami kegagalan. Karena kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Pandanglah kegagalan dengan bijaksana. Karena ia hanyalah keberhasilan yang tertunda. Dan ujian kegagalan sejatinya membuat kita lebih dekat kepada sang penggenggam takdir Allah SWT. Allah tak mengharamkan manusia untuk gagal. Namun Allah melarang manusia untuk berputus asa dari Rahmat-Nya.

 

(Pijoan, dalam rinai hujan, 29.03.’18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.